PERTANYAAN :
1. Dasar perancangan sistem manajemen kinerja;
2. Tahap-tahap perancangan sistem manajemen kinerja.
JAWABAN :
1.7 KRITERIA MASKELL(1981):
SMK yang dirancang hendaknya berkaitan langsung dengan strategi perusahaan.
Variabel sebaiknya diukur menggunakan ukuran nonfinansial
SMK harus fleksibel dan dapat bervariasi tergantung dari lokasi perusahaan
SMK yang dirancang harus bersifat dinamis, selalu diperbarui seiring perubahan waktu
SMK yang dirancang harus sesederhana mungkin dan mudah dioperasikan
SMK tersebut harus dimungkinkan adanya umpan balik yang cepat bagi operator dan manajer yang bertanggung jawab, agar dapat diambil tindakan segera mungkin untu perbaikan.
SMK yang dirancang harus ditujukan untk proses perbaikan, bukan sekedar untuk pemantauan.
7 kriteria Globerson (1996):
Kriteria kinerja yang akan diukur dalam setiap level organisasi harus berasal dari tujuan perusahaan.
SMK yang dirancang harus memungkinkan untuk digunakan sebagai alat membandingkan antar perusahaan sejenis.
Tujuan perancangan SMK harus didefinisikan dengan jelas dari sejak awal
Metode pengumpulan dan pengolahan data yang akan digunakan dalam SMK harus didefinisikan dengan jelas.
Dalam menentukan besaran variabel, penggunaan rasio variabel lebih disukai dibanding penggunaan angka absolut.
Kriteria kinerja yang dirancang harus dibawah kendali unit organisasi yang berhak mengevaluasi.
Kriteria kinerja kuantitatif lebih disukai daripada kualitatif.
2. Tahap Perancangan Sistem Manajemen Kinerja
Perancangan Sistem Manajemen Kinerja dapat dibagi menjadi 4 (empat) tahap seperti:
Tahap 0 : Fondasi
Pemahaman atas pedoman prinsip yang harus dijadikan fondasi bagi rancangan.
Tahap 1 : Informasi dasar
Informasi dasar yang diperlukan sebagai masukan bagi perancangan Sistem Manajemen Kinerja pada dasarnya menyangkut lingkungan usaha yang saat ini sedang digeluti, yang terdiri dari informasi tentang industri, pemerintah dan masyarakat, pasar dan pesaing, serta produk dan jasa yang dihasilkan perusahaan.
Tahap 2 : Perancangan
Merupakan tahap perancangan Sistem Manajemen Kinerja yang terdiri dari penentuan visi, misi, strategis, dan kerangka kerja yang digunakan.
Tahap 3 : Penerapan
Merupakan tahap penerapan rancangan yang meliputi display yang akan didukung, laporan yang akan dirancang, sosialisasi Sistem Manajemen Kinerja, modifikasi proses jika diperlukan.
Tahap 4 : Penyegaran
Merupakan langkah evaluasi terhadap kemutakhiran Sistem Manajemen Kinerja yang dirancang dengan mempertimbangkan informasi dan perkembangan pengetahuan terkini.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar