Sabtu, 04 Mei 2019
DISKUSI 5 PENGANGGARAN
1.Perbedaaan antara konsep sentralisasi dan konsept desentralisasi.
JAWABAN :
Sentralisasi
Sentralisasi adalah memusatkan seluruh wewenang kepada sejumlah kecil manajer atau yang berada di posisi puncak pada suatu struktur organisasi. Sentralisasi banyak digunakan pada pemerintahan lama di Indonesia sebelum adanya otonomi daerah.
Desentralisasi
Desentralisasi adalah pendelegasian wewenang dalam membuat keputusan dan kebijakan kepada manajer atau orang-orang yang berada pada level bawah dalam suatu struktur organisasi. Pada saat sekarang ini banyak perusahaan atau organisasi yang memilih serta menerapkan sistem desentralisasi karena dapat memperbaiki serta meningkatkan efektifitas dan produktifitas suatu organisasi.
2. Tipe-tipe pusat pertanggungjawaban dan tugas serta wenangnya masing-masing.
JAWABAN :
A. Pusat Pendapatan
Pusat pendapatan adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan output (pendapatan) yang diukur secara moneter, akan tetapi tidak dihubungkan dengan input-nya (beban).
Contoh: departemen pemasaran (penjualan). Departemen pemasaran tidak berwenang untuk menentukan harga pokok ataupun harga jual produk yang dihasilkan. Akan tetapi, ukuran utama kinerjanya adalah pendapatan yang diperoleh dari pemasaran produk tersebut.
b. Pusat Beban
Pusat beban adalah pusat pertanggungjawaban yang prestasi manajernya diukur berdasarkan input yang diukur secara moneter, akan tetapi outputnya tidak diukur.
Pusat Beban dibedakan menjadi dua jenis, yaitu
1) Pusat Beban Teknik
Pusat beban teknik merupakan pusat pertanggungjawaban yang jumlah input (beban)-nya secara tepat dan memadai dapat diestimasikan dengan wajar.
Contoh: Departemen pemanufakturan (produksi); Bagian penggajian.
Dalam pusat beban teknik, efisiensi lebih ditekankan, sehingga output akan dibandingkan dengan beban standar. Disamping itu pusat beban teknik juga mempunyai tugas penting, yaitu menjaga mutu dan volume produksi, serta melakukan pelatihan, pengembangan dan penilaian untuk karyawan.
2) Pusat Beban Kebijakan
Pusat beban kebijakan merupakan pusat pertanggungjawaban yang jumlah input (beban)-nya yang diestimasikan tidak tersedia. Oleh karena itu, beban-beban yang dikeluarkan tergantung pada penilaian manajemen, atas jumlah yang memadai untuk suatu kondisi.
Contoh: Unit-unit administratif dan pendukung, seperti bagian akuntansi, hubungan masyarakat (humas), legal (hukum), bagian sumber daya manusia, serta penelitian dan pengembangan (R & D).
c. Pusat Laba
Pusat laba merupakan pusat pertanggungjawaban dimana kinerja finansialnya diukur dalam ruang lingkup laba, yaitu selisih antara pendapatan dan pengeluaran. Laba merupakan ukuran kinerja yang berguna karena laba memungkinkan pihak manajemen senior dapat menggunakan satu indikator yang komprehensif dibandingkan harus menggunakan beberapa indikator. Keberadaan suatu pusat laba akan relevan ketika perencanaan dan pengendalian laba mengaku kepada pengukuran unit masukan dan keluaran dari pusat laba yang bersangkutan.
d. Pusat Investasi
Bentuk pusat pertanggungjawaban yang paling lengkap adalah pusat investasi. Pusat investasi memiliki semua hak keputusan pusat biaya dan pusat laba serta hak keputusan atah jumlah modal yang akan diinvestasikan. Pengertian pusat investasi menurut Mulyadi dalam bukunya “Akuntansi Manajemen : Konsep, Manfaat dan Rekayasa” menerangkan bahwa: “Pusat investasi adalah pusat laba yang manajernya diukur prestasinya dengan menghubungkan laba yang diperoleh pusat pertanggungjawaban tersebut dengan investasi yang bersangkutan” (20014;27)
Sebuah pusat investasi merupakan pengembangan utama dari ide pusat pertanggungjawaban karena pusat ini mencakup semua elemen yang terdapat dalam tujuan perusahaan untuk memperoleh kembalian investasi yang memuaskan. Laporan kinerja suatu pusat investasi tidak hanya terbatas pada laba yang diperoleh tapi juga jumlah asset yang digunakan dalam memperoleh laba.
3. Pengertian pendapatan (penjualan)
JAWABAN :
Pendapatan adalah seluruh penerimaan baik berupa uang maupun berupa barang yang berasal dari pihak lain maupun hasil industri yang dinilai atas dasar sejumlah uang dari harta yang berlaku saat itu. Pendapatan merupakan sumber penghasilan seseorang untuk memenuhi kebutuhan sehari – hari dan sangat penting artinya bagi kelangsungan hidup dan penghidupan seseorang secara langsung mau pun tidak lagsung (Suroto, 2000).
Untuk memahami arti dari pendapatan, maka akan diuraikan pengertian dari pendapatan itu sendiri. Menurut Ikatan Akuntansi Indonesia (2009) dalam buku Standart Akuntansi Keuangan menyebutkan bahwa pendapatan adalah: “Arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yang timbul dari aktivitas normal perusahaan selama satu periode, bila arus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidak berasal dari kontribusi penanaman modal”.
Sedangkan menurut Accounting Principle Board dikutip oleh Theodorus Tuanakotta (1984:153) dalam buku Teori Akuntansi pengertian pendapatan adalah” Pendapatan sebagai inflow of asset kedalam perusahaan sebagai akibat penjualan barang dan jasa”.
Menurut pendapat lain, pendapatan adalah kenaikan kotor dalam asset atau penurunan dalam lialibilitas atau gabungan dari keduanya selama periode yang dipilih oleh pernyataan pendapatan yang berakibat dari investasi yang halal, keuntungan, seperti manajemen rekening investasi terbatas. (Antonio,2001 : 204 ).
4. membuat proyeksi/ramalan volume industri dengan metoda random walk,metode rata-rata, dan metode kuadrat terkecil.
JAWABAN :
a. metode randomwalk
menggunakan data historis terakhir untuk menaksir kualitas yang akan terjadi pada satu periode (tahun) ke depan, dengan rumus Yt+1 = Yt
Yt+1 = Taksiran kualitas/penjualan tahun depan [] Yt = kuaitas/penjualan tahun ini
b. metde rata-rata
menaksir bahwa taksiran pada tahun depan sama dengan ata-rata data historis, dengan rumus Yt = Y rata-rata
misal rata-rata penjualan 3 tahun sebelumnya adalah 5000 unit, maka taksiran pada tahun depan Yt = 5000 unit
c. Tren linear
metode yang digunakan adalah metode kuaran terkecil, dengan rumus Y topi = a + bX
Ytopi = prediksi volume industri, a=konstanta, b=koefisien dari X, X=tahun
5. Cara menaksir penjualan, potongan penjualan, dan retur penjualan, serta menyusun anggaran pendapatan untuk pusat pendapatan.
JAWABAN :
Menaksir penjualan dilakukan dengan melakukan taksiran penjualan di masa depan, bisa menggunakan random walk, rata-rata, ataupun tren linear
Potongan penjualan dapat diberikan oleh perusahaan kepada pembeli dengan menerapkan persyaratan, misal 5/10, n/30 artinya pembeli akan mendapat potongan 5%, bila pembayaran diselesaikan maksimal 10 hari, apabila lebih dari 10 hari maka pembeli tidak mendapat diskon, serta pembayaran paling lama adalah 30 hari sejak tanggal transaksi
Retur penjualan dapat ditaksir dengan beberapa metode statistis, randem walk, rata-rata, atau tren linear
Menyusun anggaran pendapatan, manajer dapat memulai dari penaksiran volume penjualan di tingkat industri, yaitu penjulahan penjualan produk yang sama oleh perusahaan pesaing dalam skala nasional atau lebih luas, setelah itu manajer menaksir berapa persen dari penjualan seluruh industri yang ingin diraih (pangsa pasar).
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar